๐‘ช๐‘จ๐‘น๐‘จ ๐‘ด๐‘ฌ๐‘ต๐‘ฎ๐‘ถ๐‘ป๐‘จ๐‘ฒ-๐‘จ๐‘ป๐‘ฐ๐‘ฒ ๐‘บ๐‘ฌ๐‘ฉ๐‘ผ๐‘จ๐‘ฏ ๐‘ฉ๐‘ฐ๐‘ณ๐‘จ๐‘ต๐‘ฎ๐‘จ๐‘ต!!


KONVERSI BILANGAN: APA ITU? APAKAH SESULIT ITU?

Konversi bilangan sering kali menjadi materi pelajaran yang dinilai cukup sulit untuk dikerjakan. Materi ini diperkenalkan semasa Sekolah Menengah Kejuruan Teknik.
Konversi bilangan umumnya digunakan untuk pengantar atau landasan perhitungan bagi orang yang ingin menjadi programmer. Meski terbilang sulit, tapi jika mempelajarinya dan memahaminya dengan baik, pembelajaran konversi bilangan akan lebih mudah dikerjakan.
Konversi bilangan adalah proses mengubah bentuk bilangan dari satu bentuk ke bentuk bilangan lain yang memiliki nilai sama.

Ini akan digunakan dalam sistem bilangan komputer. Nantinya, sistem bilangan komputer inilah yang sering dipergunakan dalam coding atau pemprograman.
Jenis sistem bilangan ini yang akan diubah satu sama lain supaya bisa menghasilkan sebuah angka atau data digital.

Ada empat jenis sistem bilangan yang perlu diketahui, yaitu:

1. Bilangan Biner
Bilangan biner disebut juga binary digit atau bilangan bit. Bilangan biner adalah salah satu jenis sistem bilangan yang menggunakan radix atau basis
Jadi, bilangan biner ini akan terdiri dari 2 angka yakni 0 dan 1.

Konversi penulisan yang umum pada bilangan binar adalah 012, 01bin, atau 01B.

2. Bilangan Oktal
Jenis sistem bilangan yang selanjutnya adalah bilangan oktal. Bilangan oktal merupakan bilangan yang menggunakan radix atau basis 8.

Bilangan ini terdiri dari 8 angka seperti 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7.
Untuk konversi penulisannya yang paling umum adalah 458, 45oct, 450, dan sebagainya.
 
3. Bilangan Desimal
Bilangan desimal adalah sistem bilangan yang menggunakan radix atau basis 10. Bilangan desimal hanya terdiri dari angka 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, dan 9.

Konversi bilangan yang paling umum adalah 45610, 456D, dan sebagainya.
Contohnya pada bilangan desimal 456, angka 4 menjadi yang memiliki arti paling besar di antara digit lainnya atau istilahnya adalah most significant digit.

4. Bilangan Hexadesimal
Jenis bilangan yang terakhir adalah bilangan hexadesimal. Bilangan ini menggunakan radix atau basis 16.Jadi, nantinya bilangan hexadesimal akan terdiri dari 16 angka dan huruf, yakni 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, A, B, C, D, E, dan F.

Konversi bilangan hexadesimal yang paling umum adalah 1A16, 1Ahex, 1AH, dan sebagainya. Cara memahami konversi bilangan tentunya tidak mudah. Konversi bilangan bisa dilakukan antara jenis bilangan satu ke bilangan yang lainnya. Namun, tentu saja cara yang dilakukan berbeda satu sama lain sehingga kita harus mempelajarinya dengan baik. Berikut link inspirasi saya dan mungkin kalian tertarik dengan konversi bilangan bisa cek link berikut: 
Sumber: Kompas.com https://share.google/c2aWC8pxoBY0Xp0O0 dan Asifah.com https://share.google/8zPl6ZTmXzBuIhTYg
Hanya Jurnalnya Nuel

Haloo nama saya Nuel, saya masih bersekolah di jenjang SMP di SMP Santa Maria selamat menyaksikan blog saya:)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama